Jahit Baju Terdekat

jahit baju terdekat – Momentum pernikahan keluarga atau sohib dekat ialah hal yang sangat dinantikan, lebih-lebih bila dikasih kepercayaan utk jadi bridesmaid. Jaya ini baru berdiri dua penjahit yang mangkal di dalam kios. Menurut Nurlina, pemilik Lina Modiste, saat ia membuka kios di pasar ini pada 12 tahun silam, jumlah penjahit baru ada empat orang. “Nah sekitar thn 2007-an, banyak pedagang baru berdatangan,” ucap Nurlina.

Jahit Baju Terdekat
Disaat terpilih menjadi bridesmaid utk program pernikahan keluarga atau Sahabat salah satu yang harus kita pikirkan yaitu membuat gaun yang cantik.
Tetapi terkadang, saat membuat gaun bridesmaid kita kerap merasa bingung dalam pilih tukang jahit yang bisa membuat busana sesuai apa yang kita inginkan.
Salah Pilih kamu malah dapat pakai gaun yang tampak tidak menarik di hari Special Tentu anda tak ingin ini berjalan kan?
Rata-rata para penjahit di sentra ini menempati kios seluas 4×5 meter persegi (m²). Meskipun cukup besar, tapi deru suara mesin jahit terdengar di tiap-tiap lorong. Di lorong-lorong lantai pasar ini pun berserakan potongan-potongan kain sisa menjahit.
Para penjahit tak sekadar menerima pesanan menjahit, namun juga sediakan bermacam macam tipe bahan tekstil. Di kios-kios ini, para penjahit melayani pengerjaan beraneka ragam busana dengan model apa pun seperti yang di harapkan oleh pelanggan. “Bahkan, beberapa juga mulai jual bahan Pakaian jas, dan bahan jins,” ucap Nurlina.
Dalam satu Minggu rata-rata Nurlina menyelesaikan delapan hingga sepuluh pesanan. Harga jasa jahit per busana di banderol mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000. Lina mengaku dalam sebulan ia bisa meraup omzet sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.
Jayadi, pemilik Unyang Busana Menyampaikan ia baru menempati kios di sentra ini sekitar tiga tahun silam. Kata Jayadi, pelanggan di sentra jahit ini terbilang ramai. “Bayar kiosnya juga tidak terlampaui mahal,” kata Jayadi.
Walau baru tiga Thn Jayadi bukan tergolong sebagai penjahit baru. Diawal mulanya Jayadi mengakses kios di rumahnya sendiri. “Saya pindah karena ada teman saya juga yang menjahit di pasar ini, karna untungnya juga besar,” terangnya. Dalam waktu tiga th ini, Jayadi sudah memiliki beberapa pelanggan tetap seperti butik-butik rumahan yang teratur memesan bahan sekaligus minta dijahitkan oleh Jayadi. Itulah sebabnya, dia Yakin usaha jahitnya akan bagus ke depan.
Para pelanggan penjahit di Pasar Tebet ini tak hanya berasal dari di Jakarta. Meskipun terletak di bagian selatan Jakarta, pelanggan sentra ini juga datang dari daerah Bekasi, Depok, hingga Bogor. Umumnya pelanggan yang datang merupakan yang telah mengetahui kelebihan sentra jahit di sini,” jelas Jayadi.
Dengan dibantu oleh dua orang penjahit, Jay mampu menyelesaikan hingga 15 jahitan dalam seminggu. Jayadi membanderol harga jasa jahitnya mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per busana. Artinya, Jay bisa meraup omzet sekitar Rp 15 juta hingga Rp 25 juta dalam sebulan.
Para penjahit disini menjanjikan jahitan selesai dalam tiga sampai satu Minggu n
Sentra jahit di pasar PSPT, Tebet ini menawarkan jasa menjahit beraneka busana sesuai pesanan pelanggan. Saat TUNAI mendatangi sentra ini pada Kamis (26/2), di sentra ini banyak tergantung banyak pakaian muslim, daster, kebaya, gaun pengantin dan jas.
Tentu kamu enggak mau dong momen menjadi bridesmaid menjadi kurang teristimewa karena jahitan pakaian yang biasa-biasa saja?
Beberapa jasa jahit bridesmaid sendiri kini mulai banyak muncul di beberapa daerah.
Pastikan Kawan Puan tidak salah memilih penjahit buat bridesmaid ya.
Nah, anda sendiri sudah menemukan penjahit bridesmaid langganan belum nih?
mulai buka beberapa kios penjahit. Seiring berjalannya waktu, kini tempat tersebut sudah menjelma sebagai sentra penjahit. Di sini berkumpul sekitar 20 kios penjahit yang berada di lantai satu. Kualitas jahitan yang rapi dan harga jasa menjahit yang terjangkau jadi daya tarik sentra jahit di pasar ini.
Ketika sentra ini mulai terbentuk pada thn 2000-an, di pasar yang di kelola PD Pasar

Leave a Comment

Your email address will not be published.