Situs Ciung Wanara Ciamis

Situs Ciung Wanara Ciamis

Situs karangmulyan di percaya sebagai peninggalan kerajaan Galuh di zaman Ciung wanara Ciamis. Kisah Ciung wanara ciamis ini merupakan cerita epos kepahlawanan seorang anak raja yang. Dibuang dan berjuang untuk mendapatkan kembali haknya yang berlatar belakang Kerajaan Galuh. Situs karangmulyan adalah situs purbakala yang bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa karangmulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha.

Legenda Situs Ciung Wanara Ciamis

Menurut cerita situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan. Yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran).
Baca Juga : Tempat Wisata Jawa Barat
Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri. Yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati. Karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa. Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara. Yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.

Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri. Yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati. Karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa. Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara. Yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.

Kawasan ini memiliki luas kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda – benda. Yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letak nya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar. Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya sendiri. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *